loading...

De Baiturrahman Moskee Vintage Laminating Pouch

Oktober 2013 - Hallo sahabat Kerajinan Tangan, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Oktober 2013, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel fun project, Artikel laminating, Artikel pouch, Artikel waterproof fabric, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : De Baiturrahman Moskee Vintage Laminating Pouch
link : De Baiturrahman Moskee Vintage Laminating Pouch

Baca juga


Oktober 2013

photo by ayu ovira 2013

Masih bermain dengan laminating fabric. Kali ini bereksperimen dengan transfer paper dan self laminating. Ingin buat pouch bergaya vintage tapi dengan landmark daerah sendiri. Bukan tema paris atau london, ^^
Mesjid Raya Baiturrahman adalah salah satu kebanggaan masyarakat Aceh. Saya menggunakan foto Mesjid Raya yang bergaya tempo doeloe ini dari situs http://commons.wikimedia.org. Judul fotonya saya jadikan nama pouch ini. De Baiturrahman Moskee in Koetaradja 1890. Diizinkan menggunakan foto ini untuk dishare atau dimodifikasi dengan syarat menyebutkan atribusi kepada Collectie Tropenmuseum sebagai pemilik hak ciptanya. Jadi gak boleh sembarang asal comot gambar di internet yaa...
Gambar tersebut saya unduh dan diretouch dengan adobe photoshop. Saya juga menambahkan frame pada gambar mesjidnya,  dapat free download dari The Coffee Shop Blog.
Setelah mendapatkan design yang saya inginkan, saya print ke transfer paper. Transfer paper yang saya gunakan adalah T-Shirt Transfer Paper. Hasil print di transfer paper ini yang akan dipindahkan ke atas kain. Caranya adalah dengan menyeterikanya di atas kain. Kain yang saya gunakan adalah kain belacu biasa yang telah mendapat perlakuan khusus supaya warna tinta melekat kuat dan tidak gampang pudar. Ukuran gambarnya saya sesuaikan dengan ukuran pouch yang akan saya buat yaitu 15cm x 15cm.

Setelah mentransfer gambar ke kain. Kini giliran melapisi lagi kainnya dengan plastik laminasi. Plastik laminasinya khusus untuk kain ya. Bisa dilihat cara melaminasi kain sendiri pada postingan saya sebelumnya di sini. Jadinya memang dobel, tapi hasil akhirnya tidak terlalu tebal dan masih gampang dijahit. Yang saya harapkan gambar dari hasil transferan tadi tidak gampang pecah, karena terlindungi lagi oleh plastik laminasinya.

Sekarang saatnya membuat pouch. Cara membuat pouch sederhana ini bisa dilihat di postingan tutorial saya di sini. Hanya kali ini semuanya menggunakan kain yang telah dilaminasi. Jadi pouchnya waterproof, tidak tembus air. Untuk bagian depan pouch saya menggunakan kain belacu yang telah ditransfer gambar mesjidnya dan telah dilaminasi. Untuk bagian belakangnya saya menggunakan potongan kain linen bermotif yang telah saya laminasi sendiri juga. Untuk bagian liningnya atau dalamannya saya menggunakan plastik polyester bermotif. Sebutannya apa yah? kain atau plastik polyester ini biasanya untuk membuat payung, jas hujan atau taplak meja. tapi saya pakai yang tipis saja.

 Setelah menjahit pouchnya, saat membaliknya sedikit kesulitan karena kain laminasinya sedikit kaku. Mungkin kalau pouchnya lebih besar tidak sesulit ini membalik jahitannya.

Lihat kerutan yang dihasilkan setelah membalik kain tadi. Saya menggosoknya sekali lagi dengan setrikaan, tapi dilapis kain lagi di atasnya supaya plastik laminasinya tidak meleleh. Maka akan rapi kembali.

 Ini dia penampakan depannya setelah jadi. Saya siram dengan air dulu saat difoto, supaya kelihatan kalau ini waterproof, he he he ^_^

 ini bagian belakangnya. Di bagian ujung atasnya saya tambahkan beberapa aksesoris supaya kesan vintagenya kelihatan. ehm, kelihatan ga sih yaa...? Aksesoris yang berupa ring itu bisa dijadikan gantungan kunci juga. Ringnya dilekatkan dengan potongan kulit ke bagian ujung pouchnya menggunakan rivet button.

dan ini bagian dalamnya. hmm, saya suka motif bunga merahnya kain polyester ini, kelihatan manis kalau dipadukan ^^.

*feel so excited... ^__^

So, this is my sewing story this time with laminating fabric and transfer paper. Semoga menginspirasi... ^^

loading...
photo by ayu ovira 2013

Masih bermain dengan laminating fabric. Kali ini bereksperimen dengan transfer paper dan self laminating. Ingin buat pouch bergaya vintage tapi dengan landmark daerah sendiri. Bukan tema paris atau london, ^^
Mesjid Raya Baiturrahman adalah salah satu kebanggaan masyarakat Aceh. Saya menggunakan foto Mesjid Raya yang bergaya tempo doeloe ini dari situs http://commons.wikimedia.org. Judul fotonya saya jadikan nama pouch ini. De Baiturrahman Moskee in Koetaradja 1890. Diizinkan menggunakan foto ini untuk dishare atau dimodifikasi dengan syarat menyebutkan atribusi kepada Collectie Tropenmuseum sebagai pemilik hak ciptanya. Jadi gak boleh sembarang asal comot gambar di internet yaa...
Gambar tersebut saya unduh dan diretouch dengan adobe photoshop. Saya juga menambahkan frame pada gambar mesjidnya,  dapat free download dari The Coffee Shop Blog.
Setelah mendapatkan design yang saya inginkan, saya print ke transfer paper. Transfer paper yang saya gunakan adalah T-Shirt Transfer Paper. Hasil print di transfer paper ini yang akan dipindahkan ke atas kain. Caranya adalah dengan menyeterikanya di atas kain. Kain yang saya gunakan adalah kain belacu biasa yang telah mendapat perlakuan khusus supaya warna tinta melekat kuat dan tidak gampang pudar. Ukuran gambarnya saya sesuaikan dengan ukuran pouch yang akan saya buat yaitu 15cm x 15cm.

Setelah mentransfer gambar ke kain. Kini giliran melapisi lagi kainnya dengan plastik laminasi. Plastik laminasinya khusus untuk kain ya. Bisa dilihat cara melaminasi kain sendiri pada postingan saya sebelumnya di sini. Jadinya memang dobel, tapi hasil akhirnya tidak terlalu tebal dan masih gampang dijahit. Yang saya harapkan gambar dari hasil transferan tadi tidak gampang pecah, karena terlindungi lagi oleh plastik laminasinya.

Sekarang saatnya membuat pouch. Cara membuat pouch sederhana ini bisa dilihat di postingan tutorial saya di sini. Hanya kali ini semuanya menggunakan kain yang telah dilaminasi. Jadi pouchnya waterproof, tidak tembus air. Untuk bagian depan pouch saya menggunakan kain belacu yang telah ditransfer gambar mesjidnya dan telah dilaminasi. Untuk bagian belakangnya saya menggunakan potongan kain linen bermotif yang telah saya laminasi sendiri juga. Untuk bagian liningnya atau dalamannya saya menggunakan plastik polyester bermotif. Sebutannya apa yah? kain atau plastik polyester ini biasanya untuk membuat payung, jas hujan atau taplak meja. tapi saya pakai yang tipis saja.

 Setelah menjahit pouchnya, saat membaliknya sedikit kesulitan karena kain laminasinya sedikit kaku. Mungkin kalau pouchnya lebih besar tidak sesulit ini membalik jahitannya.

Lihat kerutan yang dihasilkan setelah membalik kain tadi. Saya menggosoknya sekali lagi dengan setrikaan, tapi dilapis kain lagi di atasnya supaya plastik laminasinya tidak meleleh. Maka akan rapi kembali.

 Ini dia penampakan depannya setelah jadi. Saya siram dengan air dulu saat difoto, supaya kelihatan kalau ini waterproof, he he he ^_^

 ini bagian belakangnya. Di bagian ujung atasnya saya tambahkan beberapa aksesoris supaya kesan vintagenya kelihatan. ehm, kelihatan ga sih yaa...? Aksesoris yang berupa ring itu bisa dijadikan gantungan kunci juga. Ringnya dilekatkan dengan potongan kulit ke bagian ujung pouchnya menggunakan rivet button.

dan ini bagian dalamnya. hmm, saya suka motif bunga merahnya kain polyester ini, kelihatan manis kalau dipadukan ^^.

*feel so excited... ^__^

So, this is my sewing story this time with laminating fabric and transfer paper. Semoga menginspirasi... ^^

photo by ayu ovira 2013

Masih bermain dengan laminating fabric. Kali ini bereksperimen dengan transfer paper dan self laminating. Ingin buat pouch bergaya vintage tapi dengan landmark daerah sendiri. Bukan tema paris atau london, ^^
Mesjid Raya Baiturrahman adalah salah satu kebanggaan masyarakat Aceh. Saya menggunakan foto Mesjid Raya yang bergaya tempo doeloe ini dari situs http://commons.wikimedia.org. Judul fotonya saya jadikan nama pouch ini. De Baiturrahman Moskee in Koetaradja 1890. Diizinkan menggunakan foto ini untuk dishare atau dimodifikasi dengan syarat menyebutkan atribusi kepada Collectie Tropenmuseum sebagai pemilik hak ciptanya. Jadi gak boleh sembarang asal comot gambar di internet yaa...
Gambar tersebut saya unduh dan diretouch dengan adobe photoshop. Saya juga menambahkan frame pada gambar mesjidnya,  dapat free download dari The Coffee Shop Blog.
Setelah mendapatkan design yang saya inginkan, saya print ke transfer paper. Transfer paper yang saya gunakan adalah T-Shirt Transfer Paper. Hasil print di transfer paper ini yang akan dipindahkan ke atas kain. Caranya adalah dengan menyeterikanya di atas kain. Kain yang saya gunakan adalah kain belacu biasa yang telah mendapat perlakuan khusus supaya warna tinta melekat kuat dan tidak gampang pudar. Ukuran gambarnya saya sesuaikan dengan ukuran pouch yang akan saya buat yaitu 15cm x 15cm.

Setelah mentransfer gambar ke kain. Kini giliran melapisi lagi kainnya dengan plastik laminasi. Plastik laminasinya khusus untuk kain ya. Bisa dilihat cara melaminasi kain sendiri pada postingan saya sebelumnya di sini. Jadinya memang dobel, tapi hasil akhirnya tidak terlalu tebal dan masih gampang dijahit. Yang saya harapkan gambar dari hasil transferan tadi tidak gampang pecah, karena terlindungi lagi oleh plastik laminasinya.

Sekarang saatnya membuat pouch. Cara membuat pouch sederhana ini bisa dilihat di postingan tutorial saya di sini. Hanya kali ini semuanya menggunakan kain yang telah dilaminasi. Jadi pouchnya waterproof, tidak tembus air. Untuk bagian depan pouch saya menggunakan kain belacu yang telah ditransfer gambar mesjidnya dan telah dilaminasi. Untuk bagian belakangnya saya menggunakan potongan kain linen bermotif yang telah saya laminasi sendiri juga. Untuk bagian liningnya atau dalamannya saya menggunakan plastik polyester bermotif. Sebutannya apa yah? kain atau plastik polyester ini biasanya untuk membuat payung, jas hujan atau taplak meja. tapi saya pakai yang tipis saja.

 Setelah menjahit pouchnya, saat membaliknya sedikit kesulitan karena kain laminasinya sedikit kaku. Mungkin kalau pouchnya lebih besar tidak sesulit ini membalik jahitannya.

Lihat kerutan yang dihasilkan setelah membalik kain tadi. Saya menggosoknya sekali lagi dengan setrikaan, tapi dilapis kain lagi di atasnya supaya plastik laminasinya tidak meleleh. Maka akan rapi kembali.

 Ini dia penampakan depannya setelah jadi. Saya siram dengan air dulu saat difoto, supaya kelihatan kalau ini waterproof, he he he ^_^

 ini bagian belakangnya. Di bagian ujung atasnya saya tambahkan beberapa aksesoris supaya kesan vintagenya kelihatan. ehm, kelihatan ga sih yaa...? Aksesoris yang berupa ring itu bisa dijadikan gantungan kunci juga. Ringnya dilekatkan dengan potongan kulit ke bagian ujung pouchnya menggunakan rivet button.

dan ini bagian dalamnya. hmm, saya suka motif bunga merahnya kain polyester ini, kelihatan manis kalau dipadukan ^^.

*feel so excited... ^__^

So, this is my sewing story this time with laminating fabric and transfer paper. Semoga menginspirasi... ^^

Tutorial: Sweet Rose Laminating Tote Bag

Oktober 2013 - Hallo sahabat Kerajinan Tangan, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Oktober 2013, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel bag, Artikel DIY tutorial, Artikel tote bag, Artikel waterproof fabric, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Tutorial: Sweet Rose Laminating Tote Bag
link : Tutorial: Sweet Rose Laminating Tote Bag

Baca juga


Oktober 2013



Sudah lama tidak sharing tutorial ^^, kali ini masih dengan cara membuat tas yang simpel, gampang dibuat dan tetap maniss, apalagi kalau bukan tote bag, atau tas sandang bahu. Karena sedang 'suka' dengan kain laminating, maka tutorial membuat tas kali ini bahannya kain laminating atau waterproof. Untuk membuat tote bag lumayan tebal dan kuat, hasilnya pun 'wow'. Rasakan deh bedanya, seperti tak mau berpaling kembali ke katun biasa, hehehe. Cara membuatnya sama saja dengan kain biasa, hanya ada sedikit perlakuan khusus yang berbeda, yaitu menggunakan tapak sepatu mesin jahit yang anti lengket. Yuk, ikuti cara membuatnya.



Pertama-tama siapkan bahannya. Yang terutama mesin jahit ya dan segala perlengkapan menjahit, seperti gunting, atau roller cutting dan matnya (optional), penggaris, water erasable pen atau pensil. Jarum jahit yang saya gunakan adalah jarum untuk menjahit bahan jeans atau bahan tebal yaitu yang bernomor 18.

Bahan tasnya yang mesti disiapkan adalah 
  • 0,5 yard (lebar 45cm) kain laminating (saya menggunakan kain katun linen laminating) sebagai luarannya (outer), 
  • 0,5 yard (lebar 45cm) kain katun polkadot sebagai daleman tas (lining). 
  • 1 yard (90cm) tali tas yang nanti dibagi dua
  • benang jahit yang sesuai warna,  -- saat membuat tutorial ini kebetulan saya tidak punya benang biasa warna pink yang saya inginkan, jadi saya menggunakang yang ada saja saat itu, benang warna merah (untuk jahit di dalamnya) dan benang khusus 'hand quilt' yang warna pink untuk top stitchnya. --
  • kancing magnet (optional)
  • label (optional)


Buat pola atau ukur kain dengan penggaris sesuai dengan gambar bagan pola di atas. Sisakan di pinggirannya 1cm sebagai kampuh, atau batas jahit dari pinggir.
  • (A) kain laminating bagian luar 2 potongan dengan ukuran 45cm x 45cm
  • (B) kain laminating bagian dalam atas 2 potongan dengan ukuran 45cm x 10cm
  • (C) kain katun dalam bawah 2 potongan dengan ukuran 45cm x 37cm
  • tali tas 2 buah dengan ukuran panjang masing-masing 45cm atau 50cm.


Setelah kain laminating dipotong mungkin ada lipatan atau kerutan yang tak diinginkan. bisa dirapikan dengan menyeterikanya dengan setelan panas maximum. Untuk bagian belakang kain laminating yang tidak terlaminasi bisa digosok langsung di atasnya.

tapiiiii, hati-hati, kalau menggosok di bagian atas sisi kain yang ada laminasinya. pakai kain lain sebagai alas saat menggosoknya ya....

Satukan masing-masing bagian B ke bagian C pada salah satu sisi atasnya dengan ukuran yang sama yaitu sisi 45cm. Kedua kain yang bagian bagus saling berhadapan. Usahakan jangan menggunakan jarum pentul, tapi gunakan penjepit. bisa penjepit khusus kain, jepit jemuran, jepit kertas, atau jepit rambut. Karena jika menggunakan jarum pentul untuk menyemat, dikhawatirkan akan menimbulkan bekas lubang jarum pada kain laminatingnya. 

jahit bagian di sepanjang pinggiran yang ditunjuk oleh garis biru putus-putus di atas. 1 cm dari sisi pinggirnya.

sampai sini saya masih menggunakan tapak sepatu jahit yang biasa, belum diganti, karena tidak mengenai lapisan yang licinnya.

bentang lurus kedua bagian kain (B dan C) yang telah dijahit tadi, dan di bagian belakang yang ada kampuhnya dilipat ke arah atas untuk jahit tindas.

Jahit tindas (top stitching) di bagian atas seperti pada gambar. Ganti tapak sepatu jahitnya dengan yang tapak beroda agar memudahkan menjahit kain licin seperti kain laminating ini. bisa juga menggunakan tapak teflon, tapi saya hanya punya tapak roda ini.

bagian beroda di tapak sepatu roller foot ini memudahkan jalannya jahitan untuk menjahit bahan seperti kain laminating, plastik, maupun kulit. 

Begini hasilnya setelah dijahit tindas atas tadi.



Sekarang memasang tali tasnya di kain bagian A. Letakkan di atas bagian bagus kain laminitatingnya seperti pada gambar di atas. Jepit untuk menahannya.

Saya menggunakan ukuran dari tepi 11 cm. Usahakan seimbang ukuran dari arah kiri dan kanannya.

Jahit dulu ujung talinya supaya mantap. saya menggunakan jahitan zigzag supaya kuat.

Sekarang satukan kain outer bagian A dengan kain B+C nya dengan bagian bagus saling berhadapan. Ujung atas kain B sejajar dengan ujung atas kain A. 

Jepit untuk menahannya.

jahit di sepanjang garis biru putus-putus pada gambar di atas, dengan jarak 1cm dari pinggir. (di sini saya menggunakan tapak sepatu jahit yang biasa)

bentang potongan kain yang telah dijahit barusan. Lakukan langkah yang sama dengan potongan kain sisi satunya lagi. 

Tumpuk di atasnya dengan bagian bagus saling berhadapan.

Pastikan lipatan jahitan bagian depan dan belakang sejajar.

kemudian jahit sekelilingnya dengan jarak 1cm dari pinggirnya. 

saya lupa memfoto bagian gambar keseluruhannya, jadi saya tambahkan bagan gambar saja untuk menjelaskan. (bagannya ga mirip, tapi kira2 seperti itulah ^_^)jahit sekeliling dan sisakan 20cm sebagai lubang pembalik pada bagian liningnya.

Kemudian pada setiap sudutnya, lipat seperti pada gambar di atas. ukur jarak 10cm pada bagian yang akan dijahit. Bagian ini akan menjadi lebar bagian bawah tas.

Jahit pada bagian yang digaris

Lalu gunting dengan jarak 1 cm dari batas yang dijahit tadi. lakukan pada semua sudut.

Balik jahitan melalui lubang di bagian lining tadi

Rapikan.

Jika ingin menambahkan kancing magnet, sekarang saatnya. tandai bagian tengah di bagian B. 

Cara memasang kancing magnet tidak akan saya paparkan di sini. Silakan klik di postingan tutorial saya yang lain mengenai cara memasang kancing magnetik.  

Bagian ini adalah optional, boleh pakai atau tidak. saya menggunakan plastic bag bottom sebagai lapisan bawah tote bag ini. ukurannya disesuaikan dengan lebar dan panjang bagian bawah tasnya, yaitu 10cm x 33cm.


Masukkan melalui lubang yang untuk membalik jahitan tadi. *ada cara lainnya untuk memasang bag bottom ini, tapi saat itu mendadak baru terpikir untuk memasang bag bottom, jadi ini cara instannya saya saja ya...* ^_^

Lalu tutup lubang pembalik jahitan di bagian lining yang masih terbuka tadi dengan jahitan som tusuk tangga, supaya rapi.

Masukkan bagian lining tas ke dalam dan lipat di bagian mulut tasnya.



Pasang kembali tapak sepatu beroda (roller foot) untuk jahit tindas sekeliling mulut tas. Terkadang bisa tersendat saat menjahitnya, saya biasanya memoles kain laminatingnya dengan sedikit bedak supaya lancar kembali. Gunakan jarak jahitan yang lebar supaya lebih bagus. ingat, jangan sampai salah menjahitnya, karena kalau salah terus didedel, maka lubang bekas jahitan akan kelihatan. 

Ini penampakan setelah jadinya. Sedikit perbedaan tampilan karena beda tempat saat pemotretan tutorialnya. yang ini berada diluar ruangan dengan cahaya alami matahari sore.

Ingin menunjukkan kalau tas ini waterproof, sudah disemprot air, kelihatan ga di fotonya?

Ini penampakan bagian dalamnya.

"Made only for you - P R I C E L E S S"  label.


Mudah-mudahan tutorial ini mudah diikuti. Jika masih ada yang kurang jelas, silakan ditanyakan. Selamat mencoba ^_^


loading...


Sudah lama tidak sharing tutorial ^^, kali ini masih dengan cara membuat tas yang simpel, gampang dibuat dan tetap maniss, apalagi kalau bukan tote bag, atau tas sandang bahu. Karena sedang 'suka' dengan kain laminating, maka tutorial membuat tas kali ini bahannya kain laminating atau waterproof. Untuk membuat tote bag lumayan tebal dan kuat, hasilnya pun 'wow'. Rasakan deh bedanya, seperti tak mau berpaling kembali ke katun biasa, hehehe. Cara membuatnya sama saja dengan kain biasa, hanya ada sedikit perlakuan khusus yang berbeda, yaitu menggunakan tapak sepatu mesin jahit yang anti lengket. Yuk, ikuti cara membuatnya.



Pertama-tama siapkan bahannya. Yang terutama mesin jahit ya dan segala perlengkapan menjahit, seperti gunting, atau roller cutting dan matnya (optional), penggaris, water erasable pen atau pensil. Jarum jahit yang saya gunakan adalah jarum untuk menjahit bahan jeans atau bahan tebal yaitu yang bernomor 18.

Bahan tasnya yang mesti disiapkan adalah 
  • 0,5 yard (lebar 45cm) kain laminating (saya menggunakan kain katun linen laminating) sebagai luarannya (outer), 
  • 0,5 yard (lebar 45cm) kain katun polkadot sebagai daleman tas (lining). 
  • 1 yard (90cm) tali tas yang nanti dibagi dua
  • benang jahit yang sesuai warna,  -- saat membuat tutorial ini kebetulan saya tidak punya benang biasa warna pink yang saya inginkan, jadi saya menggunakang yang ada saja saat itu, benang warna merah (untuk jahit di dalamnya) dan benang khusus 'hand quilt' yang warna pink untuk top stitchnya. --
  • kancing magnet (optional)
  • label (optional)


Buat pola atau ukur kain dengan penggaris sesuai dengan gambar bagan pola di atas. Sisakan di pinggirannya 1cm sebagai kampuh, atau batas jahit dari pinggir.
  • (A) kain laminating bagian luar 2 potongan dengan ukuran 45cm x 45cm
  • (B) kain laminating bagian dalam atas 2 potongan dengan ukuran 45cm x 10cm
  • (C) kain katun dalam bawah 2 potongan dengan ukuran 45cm x 37cm
  • tali tas 2 buah dengan ukuran panjang masing-masing 45cm atau 50cm.


Setelah kain laminating dipotong mungkin ada lipatan atau kerutan yang tak diinginkan. bisa dirapikan dengan menyeterikanya dengan setelan panas maximum. Untuk bagian belakang kain laminating yang tidak terlaminasi bisa digosok langsung di atasnya.

tapiiiii, hati-hati, kalau menggosok di bagian atas sisi kain yang ada laminasinya. pakai kain lain sebagai alas saat menggosoknya ya....

Satukan masing-masing bagian B ke bagian C pada salah satu sisi atasnya dengan ukuran yang sama yaitu sisi 45cm. Kedua kain yang bagian bagus saling berhadapan. Usahakan jangan menggunakan jarum pentul, tapi gunakan penjepit. bisa penjepit khusus kain, jepit jemuran, jepit kertas, atau jepit rambut. Karena jika menggunakan jarum pentul untuk menyemat, dikhawatirkan akan menimbulkan bekas lubang jarum pada kain laminatingnya. 

jahit bagian di sepanjang pinggiran yang ditunjuk oleh garis biru putus-putus di atas. 1 cm dari sisi pinggirnya.

sampai sini saya masih menggunakan tapak sepatu jahit yang biasa, belum diganti, karena tidak mengenai lapisan yang licinnya.

bentang lurus kedua bagian kain (B dan C) yang telah dijahit tadi, dan di bagian belakang yang ada kampuhnya dilipat ke arah atas untuk jahit tindas.

Jahit tindas (top stitching) di bagian atas seperti pada gambar. Ganti tapak sepatu jahitnya dengan yang tapak beroda agar memudahkan menjahit kain licin seperti kain laminating ini. bisa juga menggunakan tapak teflon, tapi saya hanya punya tapak roda ini.

bagian beroda di tapak sepatu roller foot ini memudahkan jalannya jahitan untuk menjahit bahan seperti kain laminating, plastik, maupun kulit. 

Begini hasilnya setelah dijahit tindas atas tadi.



Sekarang memasang tali tasnya di kain bagian A. Letakkan di atas bagian bagus kain laminitatingnya seperti pada gambar di atas. Jepit untuk menahannya.

Saya menggunakan ukuran dari tepi 11 cm. Usahakan seimbang ukuran dari arah kiri dan kanannya.

Jahit dulu ujung talinya supaya mantap. saya menggunakan jahitan zigzag supaya kuat.

Sekarang satukan kain outer bagian A dengan kain B+C nya dengan bagian bagus saling berhadapan. Ujung atas kain B sejajar dengan ujung atas kain A. 

Jepit untuk menahannya.

jahit di sepanjang garis biru putus-putus pada gambar di atas, dengan jarak 1cm dari pinggir. (di sini saya menggunakan tapak sepatu jahit yang biasa)

bentang potongan kain yang telah dijahit barusan. Lakukan langkah yang sama dengan potongan kain sisi satunya lagi. 

Tumpuk di atasnya dengan bagian bagus saling berhadapan.

Pastikan lipatan jahitan bagian depan dan belakang sejajar.

kemudian jahit sekelilingnya dengan jarak 1cm dari pinggirnya. 

saya lupa memfoto bagian gambar keseluruhannya, jadi saya tambahkan bagan gambar saja untuk menjelaskan. (bagannya ga mirip, tapi kira2 seperti itulah ^_^)jahit sekeliling dan sisakan 20cm sebagai lubang pembalik pada bagian liningnya.

Kemudian pada setiap sudutnya, lipat seperti pada gambar di atas. ukur jarak 10cm pada bagian yang akan dijahit. Bagian ini akan menjadi lebar bagian bawah tas.

Jahit pada bagian yang digaris

Lalu gunting dengan jarak 1 cm dari batas yang dijahit tadi. lakukan pada semua sudut.

Balik jahitan melalui lubang di bagian lining tadi

Rapikan.

Jika ingin menambahkan kancing magnet, sekarang saatnya. tandai bagian tengah di bagian B. 

Cara memasang kancing magnet tidak akan saya paparkan di sini. Silakan klik di postingan tutorial saya yang lain mengenai cara memasang kancing magnetik.  

Bagian ini adalah optional, boleh pakai atau tidak. saya menggunakan plastic bag bottom sebagai lapisan bawah tote bag ini. ukurannya disesuaikan dengan lebar dan panjang bagian bawah tasnya, yaitu 10cm x 33cm.


Masukkan melalui lubang yang untuk membalik jahitan tadi. *ada cara lainnya untuk memasang bag bottom ini, tapi saat itu mendadak baru terpikir untuk memasang bag bottom, jadi ini cara instannya saya saja ya...* ^_^

Lalu tutup lubang pembalik jahitan di bagian lining yang masih terbuka tadi dengan jahitan som tusuk tangga, supaya rapi.

Masukkan bagian lining tas ke dalam dan lipat di bagian mulut tasnya.



Pasang kembali tapak sepatu beroda (roller foot) untuk jahit tindas sekeliling mulut tas. Terkadang bisa tersendat saat menjahitnya, saya biasanya memoles kain laminatingnya dengan sedikit bedak supaya lancar kembali. Gunakan jarak jahitan yang lebar supaya lebih bagus. ingat, jangan sampai salah menjahitnya, karena kalau salah terus didedel, maka lubang bekas jahitan akan kelihatan. 

Ini penampakan setelah jadinya. Sedikit perbedaan tampilan karena beda tempat saat pemotretan tutorialnya. yang ini berada diluar ruangan dengan cahaya alami matahari sore.

Ingin menunjukkan kalau tas ini waterproof, sudah disemprot air, kelihatan ga di fotonya?

Ini penampakan bagian dalamnya.

"Made only for you - P R I C E L E S S"  label.


Mudah-mudahan tutorial ini mudah diikuti. Jika masih ada yang kurang jelas, silakan ditanyakan. Selamat mencoba ^_^




Sudah lama tidak sharing tutorial ^^, kali ini masih dengan cara membuat tas yang simpel, gampang dibuat dan tetap maniss, apalagi kalau bukan tote bag, atau tas sandang bahu. Karena sedang 'suka' dengan kain laminating, maka tutorial membuat tas kali ini bahannya kain laminating atau waterproof. Untuk membuat tote bag lumayan tebal dan kuat, hasilnya pun 'wow'. Rasakan deh bedanya, seperti tak mau berpaling kembali ke katun biasa, hehehe. Cara membuatnya sama saja dengan kain biasa, hanya ada sedikit perlakuan khusus yang berbeda, yaitu menggunakan tapak sepatu mesin jahit yang anti lengket. Yuk, ikuti cara membuatnya.



Pertama-tama siapkan bahannya. Yang terutama mesin jahit ya dan segala perlengkapan menjahit, seperti gunting, atau roller cutting dan matnya (optional), penggaris, water erasable pen atau pensil. Jarum jahit yang saya gunakan adalah jarum untuk menjahit bahan jeans atau bahan tebal yaitu yang bernomor 18.

Bahan tasnya yang mesti disiapkan adalah 
  • 0,5 yard (lebar 45cm) kain laminating (saya menggunakan kain katun linen laminating) sebagai luarannya (outer), 
  • 0,5 yard (lebar 45cm) kain katun polkadot sebagai daleman tas (lining). 
  • 1 yard (90cm) tali tas yang nanti dibagi dua
  • benang jahit yang sesuai warna,  -- saat membuat tutorial ini kebetulan saya tidak punya benang biasa warna pink yang saya inginkan, jadi saya menggunakang yang ada saja saat itu, benang warna merah (untuk jahit di dalamnya) dan benang khusus 'hand quilt' yang warna pink untuk top stitchnya. --
  • kancing magnet (optional)
  • label (optional)


Buat pola atau ukur kain dengan penggaris sesuai dengan gambar bagan pola di atas. Sisakan di pinggirannya 1cm sebagai kampuh, atau batas jahit dari pinggir.
  • (A) kain laminating bagian luar 2 potongan dengan ukuran 45cm x 45cm
  • (B) kain laminating bagian dalam atas 2 potongan dengan ukuran 45cm x 10cm
  • (C) kain katun dalam bawah 2 potongan dengan ukuran 45cm x 37cm
  • tali tas 2 buah dengan ukuran panjang masing-masing 45cm atau 50cm.


Setelah kain laminating dipotong mungkin ada lipatan atau kerutan yang tak diinginkan. bisa dirapikan dengan menyeterikanya dengan setelan panas maximum. Untuk bagian belakang kain laminating yang tidak terlaminasi bisa digosok langsung di atasnya.

tapiiiii, hati-hati, kalau menggosok di bagian atas sisi kain yang ada laminasinya. pakai kain lain sebagai alas saat menggosoknya ya....

Satukan masing-masing bagian B ke bagian C pada salah satu sisi atasnya dengan ukuran yang sama yaitu sisi 45cm. Kedua kain yang bagian bagus saling berhadapan. Usahakan jangan menggunakan jarum pentul, tapi gunakan penjepit. bisa penjepit khusus kain, jepit jemuran, jepit kertas, atau jepit rambut. Karena jika menggunakan jarum pentul untuk menyemat, dikhawatirkan akan menimbulkan bekas lubang jarum pada kain laminatingnya. 

jahit bagian di sepanjang pinggiran yang ditunjuk oleh garis biru putus-putus di atas. 1 cm dari sisi pinggirnya.

sampai sini saya masih menggunakan tapak sepatu jahit yang biasa, belum diganti, karena tidak mengenai lapisan yang licinnya.

bentang lurus kedua bagian kain (B dan C) yang telah dijahit tadi, dan di bagian belakang yang ada kampuhnya dilipat ke arah atas untuk jahit tindas.

Jahit tindas (top stitching) di bagian atas seperti pada gambar. Ganti tapak sepatu jahitnya dengan yang tapak beroda agar memudahkan menjahit kain licin seperti kain laminating ini. bisa juga menggunakan tapak teflon, tapi saya hanya punya tapak roda ini.

bagian beroda di tapak sepatu roller foot ini memudahkan jalannya jahitan untuk menjahit bahan seperti kain laminating, plastik, maupun kulit. 

Begini hasilnya setelah dijahit tindas atas tadi.



Sekarang memasang tali tasnya di kain bagian A. Letakkan di atas bagian bagus kain laminitatingnya seperti pada gambar di atas. Jepit untuk menahannya.

Saya menggunakan ukuran dari tepi 11 cm. Usahakan seimbang ukuran dari arah kiri dan kanannya.

Jahit dulu ujung talinya supaya mantap. saya menggunakan jahitan zigzag supaya kuat.

Sekarang satukan kain outer bagian A dengan kain B+C nya dengan bagian bagus saling berhadapan. Ujung atas kain B sejajar dengan ujung atas kain A. 

Jepit untuk menahannya.

jahit di sepanjang garis biru putus-putus pada gambar di atas, dengan jarak 1cm dari pinggir. (di sini saya menggunakan tapak sepatu jahit yang biasa)

bentang potongan kain yang telah dijahit barusan. Lakukan langkah yang sama dengan potongan kain sisi satunya lagi. 

Tumpuk di atasnya dengan bagian bagus saling berhadapan.

Pastikan lipatan jahitan bagian depan dan belakang sejajar.

kemudian jahit sekelilingnya dengan jarak 1cm dari pinggirnya. 

saya lupa memfoto bagian gambar keseluruhannya, jadi saya tambahkan bagan gambar saja untuk menjelaskan. (bagannya ga mirip, tapi kira2 seperti itulah ^_^)jahit sekeliling dan sisakan 20cm sebagai lubang pembalik pada bagian liningnya.

Kemudian pada setiap sudutnya, lipat seperti pada gambar di atas. ukur jarak 10cm pada bagian yang akan dijahit. Bagian ini akan menjadi lebar bagian bawah tas.

Jahit pada bagian yang digaris

Lalu gunting dengan jarak 1 cm dari batas yang dijahit tadi. lakukan pada semua sudut.

Balik jahitan melalui lubang di bagian lining tadi

Rapikan.

Jika ingin menambahkan kancing magnet, sekarang saatnya. tandai bagian tengah di bagian B. 

Cara memasang kancing magnet tidak akan saya paparkan di sini. Silakan klik di postingan tutorial saya yang lain mengenai cara memasang kancing magnetik.  

Bagian ini adalah optional, boleh pakai atau tidak. saya menggunakan plastic bag bottom sebagai lapisan bawah tote bag ini. ukurannya disesuaikan dengan lebar dan panjang bagian bawah tasnya, yaitu 10cm x 33cm.


Masukkan melalui lubang yang untuk membalik jahitan tadi. *ada cara lainnya untuk memasang bag bottom ini, tapi saat itu mendadak baru terpikir untuk memasang bag bottom, jadi ini cara instannya saya saja ya...* ^_^

Lalu tutup lubang pembalik jahitan di bagian lining yang masih terbuka tadi dengan jahitan som tusuk tangga, supaya rapi.

Masukkan bagian lining tas ke dalam dan lipat di bagian mulut tasnya.



Pasang kembali tapak sepatu beroda (roller foot) untuk jahit tindas sekeliling mulut tas. Terkadang bisa tersendat saat menjahitnya, saya biasanya memoles kain laminatingnya dengan sedikit bedak supaya lancar kembali. Gunakan jarak jahitan yang lebar supaya lebih bagus. ingat, jangan sampai salah menjahitnya, karena kalau salah terus didedel, maka lubang bekas jahitan akan kelihatan. 

Ini penampakan setelah jadinya. Sedikit perbedaan tampilan karena beda tempat saat pemotretan tutorialnya. yang ini berada diluar ruangan dengan cahaya alami matahari sore.

Ingin menunjukkan kalau tas ini waterproof, sudah disemprot air, kelihatan ga di fotonya?

Ini penampakan bagian dalamnya.

"Made only for you - P R I C E L E S S"  label.


Mudah-mudahan tutorial ini mudah diikuti. Jika masih ada yang kurang jelas, silakan ditanyakan. Selamat mencoba ^_^


PHOTOSHOP PORTABEL 6.0

YANG INGIN PHOTOSHOP PORTABLE,   SILAHKAN SEDOT DI SINI